Zaman Ya’juj dan Ma’juj

Spread the love

oleh: Syeikh Imran N. Hosein

Saat Allah menyatakan, “Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan mereka melanda satu sama lain seperti gelombang (wa taraknaa ba’dahum yawma idzin yamuju fi ba’d, Qur’an, Al-Kahfi 18:99), apa yang Dia maksud dengan “hari itu”?
Satu “hari” (yawm) waktu Allah – sehari waktu Tuhan – bukanlah 24 jam, namun suatu periode waktu yang berakhir hingga seribu tahun kalender bulan atau bahkan lebih.
Ada berbagai hari waktu Tuhan dengan lama yang berbeda, namun secara umum, satu hari waktu Tuhan adalah selama 1000 tahun kalender bulan, satu milenium (wa inna yawman ‘inda rabbika ka alfi sanatin mimma ta’uddun, Qur’an, Al-Hajj 22:47). Di Bab Tiga, Sheikh Hosein membahas berbagai hari waktu Tuhan yang berbeda. Al-Qur’an membahas hanya tiga macam lamanya hari waktu Tuhan yang spesial:

1. Satu hari waktu Tuhan adalah 50.000 tahun kalender bulan ketika semua malaikat naik menuju Allah (Qur’an, Al-Ma’arij 70:4). Surat Al-Ma’arij menjelaskan apa yang terjadi dalam periode waktu yang lama ini. Di antaranya yaitu manusia dibangkitkan dan orang-orang kafir dimasukkan ke dalam api neraka. Beberapa ahli tafsir meyakini bahwa itu adalah Yawm Al-Qiyamah, Hari Kebangkitan.

2. Satu siklus manajemen Tuhan yang terdiri dari dua hari waktu Tuhan: satu milenium manajemen saat Allah menugaskan para malaikat untuk mengatur pengiriman dan pelaksanaan perintah-perintah dari langit turun ke bumi, diikuti dengan satu milenium pelaporan saat para malaikat ini naik menuju Allah untuk melaporkan tentang perintah-perintah yang telah disebarkan sehingga manusia dihakimi sesuai dengan perintah-perintah itu (yudabbiru al-amra minas samaa’i ilal ardi tsumma ya’ruju ilayhi fi yawmin kaana miqdaruhu alfa sanatin mimma ta’uddun, Qur’an, As-Sajdah 32:5).
Seperti yang kita lihat di atas, datangnya Islam dan lepasnya Ya’juj dan Ma’juj (sekitar 550 M) keduanya terjadi pada saat fajar satu hari waktu Tuhan. Mungkin aman jika menganggap bahwa itu adalah satu milenium manajemen. Jika demikian, milenium ini berakhir lima abad yang lalu dan kita sekarang sedang di pertengahan milenium pelaporan yang mengikuti setiap milenium manajemen. Milenium manajemen dimulai sekitar 1.460 tahun yang lalu menurut kalender matahari atau 1.505 tahun yang lalu menurut kalender bulan. Hanya Allah yang tahu kapan Hari Kiamat akan datang. Mungkin selama milenium pelaporan, mungkin nanti.

* Ya’juj dan Ma’juj adalah adikuasa tunggal pada saat ini,
__namun mereka akan dihancurkan.

Setelah lebih dari 1.500 tahun melanda seperti gelombang dengan Ya’juj dan Ma’juj, mayoritas manusia telah mengikuti gaya hidup mereka atau bergabung dengan mereka. Pada saat ini, sangat sulit untuk menentukan siapa anggota asli Ya’juj dan Ma’juj dan siapa yang hanya bergabung dengan mereka. Hal ini berdasarkan hadits bahwa 999 dari 1000 orang di Neraka nanti berasal dari Ya’juj dan Ma’juj.

Ya’juj dan Ma’juj telah datang dari setiap bukit, setiap kedudukan yang berkuasa (min kulli hadabin yansilun, Qur’an, Al-Anbiya’ 21:96). Saat ini mereka adalah adikuasa tunggal di bumi. Adikuasa ini bukan apa-apa kecuali sebuah peradaban yang zalim (qaryatin zaalimatin), dan seperti setiap peradaban yang zalim lainnya, mereka akan dihancurkan sebelum datangnya Kiamat (Al-Hajj 22:45-48).

Ya’juj dan Ma’juj menyadari bentuk nama mereka dalam bahasa Arab, Ya’juj wa Ma’juj. Ini adalah dua istilah dengan bentuk aktif dan pasif berasal dari akar “hamza jim jim” (bunyinya “a j j”). Satu-satunya kata lain dengan konteks yang mengandung akar ini dalam Al-Qur’an, adalah kata ujaaj yang menggambarkan rasa air asin sebagai membakar. Maka Ya’juj dan Ma’juj adalah kaum yang membakar (Ya’juj) kaum lain dan kaum yang mereka sendiri dibakar (Ma’juj).

Mengapa Allah mengutuk Ya’juj dan Ma’juj – bersama dengan mayoritas manusia yang menganut gaya hidup mereka – dibakar di Neraka? Bagaimana seseorang dapat mengenali dan menghindari gaya hidup Ya’juj dan Ma’juj? Insya Allah, bagian berikut ini menyampaikan jawaban-jawaban berdasarkan ayat-ayat muhkam.

________________
dari (Kitab “Sebuah Pandangan Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern”, Hal 20 – 22)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *