Wasiat Imam al-Albani رحمه الله

Spread the love

#nasehat_AkhirZaman

Saudara-saudaraku para penuntut ilmu, hendaklah agar menjauhi segala perbuatan yang tidak Islami, seperti perasaan terperdaya oleh apa yang telah diberikan berupa ilmu, dan janganlah terkalahkan oleh perasaan ujub terhadap diri sendiri.

Dan juga hendaklah menasehati manusia dengan cara yang terbaik, menghindar dari penggunaan cara-cara kaku dan keras di dalam berdakwah, karena kami ber­keyakinan bahwasanya Allah جل جلا له ketika berfirman :

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah manusia kejalan Rabbmu dengan hikmah dan pe­ringatan yang haik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik.. “. (QS. An-Nahl: 125)

Bahwa sesungguhnya Allah جل جلا له tidaklah mengatakannya kecuali kebenaran (alhaq) itu, terasa berat oleh jiwa manusia, oleh sebab itu ia cenderung menyombongkan diri untuk menerimanya, kecuali mereka yang di kehendaki oleh Allah.

Maka dari itu, jika di padukan antara beratnya kebenaran pada jiwa manusia di tambah cara dakwah yang keras lagi kaku, ini berarti menjadikan manusia se­makin jauh dari panggilan dakwah,

sedangkan kalian telah menge­tahui sabda Nabi صلي الله عليه وسلم :

إِنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرُونَ “ثَلَاثًا”

“Bahwasanya di antara kalian ada orang-orang yang men­jauhkan (manusia dari agama); beliau mengucapkan tiga kali”.

[Nasehat ini dinukil dari kitab “Hayat al-Albani” halaman : 452-455]

________
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *